Tuesday, June 12, 2012

Porsimu dan Porsiku, Areamu dan Areaku

Minggu kemaren ini gw dapat tugas untuk dinas di Pekanbaru, ketemu dengan client yang ada disana, banyak pemikiran dan inspirasi baru yang gw dapatkan dari sesi ngobrol2 sama si toke yang satu ini.. Orangnya super tegas dan perfeksionis, tapi dia punya hati yang sangat baik terhadap karyawannya.. Amazed on how he does his things, so firm yet gentle towards people..

Banyak sih kata2 pedas yang dilontarkan, yang bikin jleb dan juga kadang bikin sakit hati, tapi apa yang dia sampaikan memang benar adanya, dan malah jadi masukan yang baik buat kita.. Dan ada satu hal yang menarik dari pembahasan kami di waktu santai..

Ada begitu banyak yang beliau sampaikan, mulai dari masukan2 penting untuk perkembangan kantor, dan juga tentang prosedur kerja dalam hal pelayanan sebuah perusahaan.. Salah satu yang paling kena buat gw, secara profesional dan pribadi, adalah tentang PORSI tiap individu..

Gw awalnya cuma bercanda sama si toke ini, berhubung kita banyak membahas tentang kekurangan dari web system kami, gw nyeletuk, "harusnya nih cocok si toke jadi orang IT." Beliau cuma jawab, "pake BB aja cuma ilmu pas2an, mo disuru jadi orang IT? Harusnya itu tugasmu donk, kan lu yang lebih ngerti, kalo gw ngerti semuanya, gw engga perlu lagi gaji karyawan, gw kerjain aja semuanya sendiri.. Tapi, itu juga engga mungkin kan dikerjain sendirian?"

Obrolan itu sangat mengingatkan gw tentang talent dan passion.. Hal yang gw percayai adalah setiap orang memiliki satu tujuan dalam hidupnya, dan dipersiapkan dengan talenta yang harus terus diasah oleh kita sendiri.. Kita udah diberi porsi masing2 untuk menjalankan suatu hal..
Contohnya di perusahaan, ada begitu banyak divisi dalam sebuah perusahaan; sales, finance, customer service, IT, cleaning service, HRD, engineering, dan lain2.. Setiap orang yang direkrut dalam perusahaan merupakan orang yang dipilih karena mereka mempunyai kapasitas dan ketrampilan tersendiri untuk ditempatkan di porsinya masing2.. Memang bisa saja satu orang mengerjakan seluruhnya, dan itu bukan hal yang mustahil, hanya saja apakah itu akan menjadi optimal jika terjadi demikian? *curcol dikit boleh donk :P*

Sama seperti yang dibilang Pak Asen, nama bos tadi, beliau mempunyai pemikiran dan pandangan yang luas mengenai suatu hal, hanya saja tidak mempunyai ketrampilan tersebut.. Karena beliau mempunyai modal (dana) untuk menjalankannya, maka beliau mencari orang yang menurut pendapatnya mampu untuk melakukan apa yang dia inginkan..

Setiap orang mempunyai bagian dan porsinya sendiri.. Seorang anak baru yang belum memiliki pengalaman kerja biasanya dimulai dari pekerjaan yang paling sederhana terlebih dahulu, sebelum diberikan porsi yang lebih besar yang sesuai dengan kapasitasnya, dan pastinya setiap porsi itu akan semakin besar dan semakin besar.. Dari hal kecil itulah kita akan dinilai apakah kita pantas untuk porsi yang lebih besar..
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. | Lukas 16:10 TB
Seperti yang tadi gw bahas diatas, setiap kita punya porsinya masing2, termasuk juga area pekerjaannya masing2.. Setiap orang punya talentanya sendiri, ada yang jago mikir, yang jago cuan duit, jago jualan, jago makan, jago minum, jago apa aja dah.. Artinya, setiap kita memiliki bidang kita masing2.. Karena ada jago nya itulah, yang harus kita kembangkan dan asah terus menerus supaya menjadi semakin jago..
Bos / tim HRD juga merekrut seseorang karena mereka bisa melihat potensi itu dalam pribadi seseorang tsb, makanya kita diberikan area yang sesuai dengan potensi kita.. Living as mediocre won't do much, strive to be excellent within your strength..

-----
Yang paling menyentil gw, di saat gw ditanya apa bisnis / usaha orang tua gw.. I'm grateful to be born in an financially adequate family, thanks to my Dad who has been so hardworking in making a living for our family *hugs Dad*.. Memang, usaha yang dijalankan keluarga besar Zhang ini sangat mantap untuk dilanjutkan, but then, it isn't my passion to be there..

Frankly speaking, bekerja di tempat yang sekarang ini juga tidak sejalur dengan passion gw, sementara dari buku yang gw baca yang selalu menggugah gw untuk keep track with my passion *Thanks for the big smack, @ReneeCC*, for being the #UltimateU, or I can say, #UltimateMe

My BIGGEST PASSION is to serve others and to write all those experiences so people would know about how great and tough it is living in the world that we not yet known / seen before..

Writing has never been so much fun.. Love the times to do simple observation over my personal curiosity towards life; people characters, problems-solutions, interactions, etc.. *Yeah, gw salah jurusan emang :P*

Hanya saja, sampai sekarang ini gw belum memantapkan diri untuk melangkah sepenuhnya ke dalam itu.. Why? Considering financial stability yang bisa gw peroleh dari itu.. Indeed, dalam buku @ReneeCC, #UltimateU dibahas kalo kita mengejar karir kita yang sesuai dengan passion kita dengan sepenuh hati, semua itu akan datang sendiri, termasuk financial issue..
Ditambah lagi, keraguan yang membuat lebih sulit untuk melangkah adalah approval dari orangtua untuk keputusan ini.. Wish to do the things within the image that I put up there, but it ain't that easy to do so >.< *jiah jadi curhat..*

Lupakan curcol ini, kita lihat saja bagaimana perkembangan cerita ini nantinya :)

God creates us with a PURPOSE, figure it out and live with it to the fullest..

0 comments:

Post a Comment

What's your thoughts? Share with me :)