Monday, February 27, 2012

Controller vs Worker

Sudah lama gak update nih blog, berhubung agak sibuk dengan kerjaan gw belakangan ini.. Kemungkinan belakangan ini blog gw bakal membahas beberapa hal mengenai kerjaan kantor gw, sekalian share how it is felt in the reality of work life..

Dulu waktu di masa sekolah, rasanya pengen cepat kuliah.. Begitu juga pas kuliah, rasanya pengen cepat kerja, dapet income sendiri, dan bisa menjadi orang yang sukses, yang bisa dibanggakan orang tua.. But then, buat yang lagi kuliah, trust me, work life is not as fun as what you might think of..

Harusnya sih, work life it akan menjadi sangat menyenangkan ketika kita bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan / passion of life / hobi kita.. Walaupun demikian, biasanya ada beberapa faktor yang bakal mempengaruhi, terutama berkaitan dengan culture company dimana kita bekerja.. Kalo kita bekerja di environment yang sehat dan mendukung, semua itu akan terasa menyenangkan.. What if it is the other way around?

Gak perlu munafik, tapi yang namanya politik dalam kantor itu pasti ada.. Ada orang yang mungkin baik di depanmu, tapi belum tentu dia tidak akan 'membunuh'mu perlahan2 jika dia merasa tidak aman di posisinya.. Ditambah dengan culture yang berbeda dalam tiap company, membutuhkan proses adaptasi yang cepat secara individu, untuk mengimbangi diri kita dengan apa yang perlu kita hadapi dalam lingkungan kantor..

As how i work in my current place, bisa dibilang sih gw bener2 diuji dalam segala hal, mulai dari pengetahuan gw mengenai management dalam sisi sebagai seorang manager, dimana gw mesti belajar segala bidang dalam organisasi, dari pembukuan, HRD, control flow, dan juga penguasaan produk yang mesti gw jalani, dengan background gw yang lulusan IT pas2an, yang waktu kuliah kebanyakan main dan terlalu aktif dalam kegiatan organisasi kampus..

Bersyukur dah gw dulu aktif dalam organisasi, jadinya gw enggak terlalu shock dengan situasi yang namanya pretendous act / berpura2 dalam suatu organisasi.. Ada yang terlihat mendukung, tapi dalam kenyataannya ada udang dibalik batu, malah membahayakan posisi kita sendiri..

Seminggu kemaren ini, gw dikirim ke kantor pusat di Malaysia, untuk belajar segala flow dan input system yang perlu diketahui dan krusial dalam memperlancar proses update data.. Dengan mengemban misi mesti belajar dan membenahi 4 hal sekaligus dalam sekali trip dalam tempo seminggu, bener2 menjadi suatu hal yang membutuhkan fokus besar, sementara 4 hal itu (input, kalibrasi, web system update, customer complaints) bisa dibilang harusnya dikerjakan oleh 4 orang berbeda, dan semua itu harus gw pelajari, dalam tempo seminggu.. Lumayan bikin otak nge-hang, sampe2 ada kejadian dimana gw lagi mo nanya sesuatu, tapi akhirnya gak jadi gara2 gw lupa apa yang mau gw omongin, padahal gw udah memanggil orangnya >.< so blur... Sangking padatnya kegiatan, gw bahkan mesti meeting discussion sama Daniel, Project Manager di sana pas dinner time..

Walaupun segitu padatnya hal yang mesti gw pelajari disana, gw juga sempetin sharing sama dia, sekedar untuk mendapatkan ide baru / pandangan dari sisi lain untuk solving problem, yang akhirnya gw mendapatkan ceramah panjang, tapi menjadi satu hal yang pantas untuk diingat dan direnungkan *udah mabok ama training, masih aja dikasih bahan renungan -_-"*

What's his point?
Bahan renungan yang dia berikan itu sesuai dengan title post kali ini, gara2 gw curhat tentang betapa gw jadi superhuman dalam kantor, yang mesti mengurus 5divisi dalam sekali jalan, yang sebenarnya suatu tantangan yang besar, dan banyak pengalaman yang bisa diambil dari apa yang gw kerjakan sekarang ini..
Satu kalimat yang diceletukin dengan nada sinis sama si Daniel kira2 seperti ini, "yah itu terserah elu lagi, lu mau jadi seorang Controller, atau selamanya jadi seorang Worker.. Kalo memang lu merasa lebih enak jadi seorang operator / akuntan, then be a Worker forever.."

*Jedang...* Langsung dalam hati mikir, bener juga.. Dia juga ingetin, jangan lupa apa yang menjadi aim / tujuan dari kita bekerja, apakah itu demi uang atau demi pengalaman / ilmu..

Jika yang menjadi tujuanmu adalah uang, maka kita akan coba terbang dan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, yang mungkin akan menawarkan gaji yang lebih tinggi, itu pun akhirnya hanya akan mentok sebagai seorang senior di divisi tersebut, sulit untuk memperoleh posisi lebih tinggi dari itu..

Ketika kita bertujuan demi pengalaman / ilmu, memanglah yang kita kerjakan itu bisa jadi tidak sepadan dengan apa yang kita terima secara finansial, tapi ilmu yang kita pelajari bisa menjadi bekal besar untuk kita melompat ke posisi kunci dalam sebuah perusahaan..

Jika kita bisa menjadi seorang Controller dalam sebuah perusahaan, posisi kita akan sulit tergantikan, karena tidak semua orang bisa langsung menggantikan posisi kita.. Walaupun perusahaan tersebut berhasil merekrut orang baru untuk menggantikan kita, tetap perlu waktu yang cukup lama bagi orang baru ini untuk mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap company culture dan process flow nya..

Kadang apa yang tersirat dalam pikiran kita adalah hanya hal yang mengenai apa yang bisa kita capai saat ini.. Kita cenderung lupa untuk melihat ke depan, apa yang menjadi prospek besar yang menanti di depan dari segala hal yang kita hadapi sekarang ini.. Daniel mengingatkan gw secara gak langsung, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.. Dia sendiri sudah melalui proses yang sedang gw lalui seluruhnya, sampai dia bisa berada pada posisinya sekarang ini..

Conclusion
Memang terkadang pekerjaan terasa terlalu banyak hal yang mesti dikerjakan sekaligus, tapi jangan dilihat dari apa yang bisa diperoleh saat ini.. Mungkin sekarang ini terlihat sangat berat dan sulit untuk dijalani, tapi hasilnya akan terlihat pada saat "pohon" yang kita tanam di awal tadi dengan susah payah menghasilkan "buah" yang manis..

There will always be a good reap if we sow it properly..

Sekarang ini, pilihannya kembali pada pribadi kita masing2, di posisi manakah kita ingin menempatkan diri kita, sebagai Controller atau Worker.. Kita sendirilah yang menentukan, "pohon" seperti apa yang ingin kita tanam, dan bagaimana "cara merawat" pohon tersebut untuk "berbuah" nantinya..

3 comments:

  1. Yang penting belajar delegasi pekerjaan Bro. You learn the process/flows dari accounting hingga HRD don't mean you have to do all the things on your own, its just so you know the empty seats in the organization chart that you have to hire. learn what you need, make a system, hire great people, 
    Supervise and trust them to run their job until they don't even need to come to you again to be supervised.

    CEO's job is to create a business system and maintain it until it grows mature. If the system is matured, you can focus on other big things.

    I believe you're good at this, mate. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whoaa.. Thanks bro Arly for the suggestions and encourage words :)
      How r u there bro?

      Delete
  2. Chienline OscariusMarch 1, 2012 at 11:53 PM

    well, I will write a blog then, "Boss vs Controller". Which one do you wannabe?
    wuahahahhaa....

    ReplyDelete

What's your thoughts? Share with me :)