Friday, May 12, 2017

Negaraku

kasus penistaan agama lagi marak2nya dibahas, udah sampai titik vonis hukuman, dan banyak reaksi yang timbul dari keputusan itu.

banyak hal yang bisa dipelajari dari kasus ini, dari sisi positif dan negatif (versi gw)

positif nya:
1. buat yang ingin berperan dalam kancah politik atau dimanapun tempat kita berada, harus bijak dalam menyampaikan pendapat dan bertutur kata.. Satu kata yang tidak dimaksudkan negatif bisa dianggap berbeda dari sisi lainnya.. 

2. banyak orang mulai melek terhadap politik, by the power of social media for sure, tapi banyak juga yang belum bijak dalam menghadapinya.. somehow, berita yang kita lihat dibagikan oleh teman2 terkadang terlalu memihak, dan bahasanya pun terlalu provokatif, dan ditelan bulat2 juga sama yang baca, walau sumber beritanya belum tentu dari sumber yang bisa dipercaya.. 

3. rasa nasionalisme yang sangat tinggi, demi Indonesia yang "lebih baik" (tergantung versi baik dari masing2), semua siap memperjuangkan yang terbaik.. semoga saja akan berbuah hal yang POSITIF dari sikap nasionalisme ini :) 

negatif nya: 
1. sebagai orang yang berada di golongan minoritas, gw sangat merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi, terutama kalau lihat bagaimana aksi2 yang diberitakan dengan kata2 yang mengintimidasi kaum minoritas.. rasa cemas akan kejadian tahun 98 apakah akan terjadi kembali? hopefully NOT! 

2. terpecah belah dengan pendapat masing2 yang disampaikan dengan emosi yang terlalu berlebihan.. garis keras di masing2 kubu mendadak terlihat pada jadi sumbu pendek, kepleset dikit bisa bakar orang 

----- 
have been kept silent the whole time throughout the series of events, but i think it's about time to express how i feel personally after all the results.. 

apakah Pak Ahok salah? Dalam bertutur kata, iya, beliau terlalu emosi dalam menyampaikan apa yang ada dalam perasaannya.. tapi, yang buat transkrip juga salah, karena tidak mendengarkan dengan sebagaimana mestinya, jadinya menyulut emosi yang lebih besar lagi karena salah dengar dan salah tulis apa yang disampaikan.. 

apakah keputusan ini adil? tentu saja tidak.. sudah ada beberapa kejadian yang merugikan golongan minoritas, tapi hukumnya ringan.. 

semoga gw salah mengenai ini, gw berharap keadilan hukum di RI benar2 netral, sesuai dengan hukum yang berlaku.. 

gw juga berharap tidak ada lagi perbedaan minoritas dan mayoritas.. 

gw terlahir chinese, tapi gw lahir dengan akta kelahiran sebagai rakyat Republik Indonesia..
gw respect dengan teman2 gw yang muslim, yang rajin beribadah, dan di daerah kota kelahiran gw, kita hidup rukun bertetangga dengan saudara muslim yang saling silahturahmi saat hari raya Ramadhan dan Imlek.. 

I am really wishful, for a better Indonesia, as we all live under Bhinneka Tunggal Ika 

thank you mas Ario. By your words, I know that my hope of having a peaceful neighborhood still there :)

0 comments:

Post a Comment

What's your thoughts? Share with me :)